Absensi Jasmine Link

Jasmine bukan siswa yang malas. Sejak kelas X, ia dikenal sebagai anak yang paling cepat datang, bahkan sebelum petugas kebersihan selesai menyapu. Tapi sejak ayahnya dirawat di rumah sakit karena stroke, semuanya berubah. Jasmine mulai sering terlambat. Kadang tidak masuk sama sekali.

Suatu Senin pagi, hujan deras mengguyur kota. Bu Ratna sudah siap dengan pulpen merahnya. “Jasmine,” panggilnya, tanpa perlu menengok ke bangku kosong di pojok belakang. “Hari ini izin lagi?” absensi jasmine

Jasmine menggeleng pelan. Air matanya jatuh. Ruang kelas hening. Jasmine bukan siswa yang malas

“Ibu, Jasmine tadi sempat chat,” kata Sarah, teman sebangkunya. “Katanya ayahnya masuk UGD lagi.” Jasmine mulai sering terlambat

“Ibu tahu kamu sedang berat,” kata Bu Ratna kemudian, suaranya lembut tetapi tegas. “Tapi kehadiranmu di sini bukan hanya untuk absensi. Kamu punya teman-teman, punya ibu guru yang peduli. Kalau capek, jangan ragu bilang.”

Hari Selasa, Jasmine hadir. Rambutnya diikat sedikit acak, matanya sembab. Ia tersenyum tipis saat Bu Ratna menyebut namanya. “Hadir, Bu,” katanya lirih.

Berikut adalah sebuah cerita pendek dengan tema : Absensi Jasmine